Contour 2

perangkap Money Power

Money Power, Ya.. Itulah yang dapat merubah seseorang, tanpa sadar ia telah berubah menjadi seseorang yang berbeda baik penampilan maupun prilaku. Jika orang itu tidak dilandasi dengan iman yang kuat maka perubahan yang terjadi akan lebih cendrung ke arah negative seperti sifat egoisnya meningkat,dan sifat sombongnya pun meningkat. Kesemua itu terjadi akibat dari landasan iman yang kurang dan menjadikannya kufur nikmat.

Seseorang yang telah dibutakan hatinya oleh harta maka segala kebahagian hidup akan terwujud jika memiliki harta banyak, jika tidak punya harta maka bahagia tidak akan datang menghampirinya, dan yang ada hanya kemelaratan dan miskin. Astagfirullahaladjim..

Sahabat-sahabatku yang hatinya baik, Alloh SWT memang merintahkan kita agar tidak menjadi orang miskin dan harus berjuang, mencari kekayaan tapi hal itu tetap harus di niatkan Hanya untuk mendapatkan Ridho Alloh. Jadi jangan pernah terlena dengan harta dan kekayaan karena semua itu sifatnya hanya titipan dan pasti suatu saat pasti akan diambil lagi oleh yang punya yaitu Alloh SWT.

Sahabatku yang sedang mencari kebahagiaan, Ingat ini ya.. Kebahagiaan tidak hanya di dapat dari banyaknya harta tetapi dari kebersamaan dari orang-orang yang selalu menyayangi anda seperti keluarga anda dan selalu mensupport anda di saat anda terjatuh.

Ingat ini ya.. Keluarga adalah nomer satu, jika ada Seorang anak maka minta Ridho dari Orangtua Anda agar Alloh meridhoi segala usaha anda, tapi jika Anda seorang Istri maka mintalah Ridho dari suami anda, agar Alloh juga meridhoi segala usaha anda.

Resep Pempek Palembang

Pempek Pempek Palembang


Bahan 1
1 kg bersih daging Ikan Tenggiri, haluskan dengan Blender 200 ml air dan 2 butir telur

Bahan 2
50 gram Tepung terigu
2 sendok makan garam
2 sendok teh gula pasir
4 siung bawang putih
200 ml air

Bahan 3
800 gram tepung Sagu tani + sedikit tepung Tan Mien

Cara membuat

1. Bahan 1 dicampur dan diaduk-aduk dengan jari tangan sampai tercampur homogen. masukan kulkas, biarkan menjadi mengental.


2. Bahan 2, di campur dan didihkan dengan api kecil sambil
diaduk terus sampai mengental, dinginkan dan masukan kulkas.


3. 30 menit kemudian,
Campurkan adonan bahan 1 dan bahan 2, aduk dengan jari tangan sampai tercampur rata.

4. Masukan tepung sagu
kedalam campuran adonan Ikan sedikit demi sedikit, sambil diuleni dengan ujung jari tangan.

5. Adonan masih agak terasa lengket, supaya gampang dibentuk, lumuri tangan dengan sagu, ambil sesendok makan adonan dan bentuk bulat panjang. atau bisa juga dijadikan pempek kapal selam.

6. Masukan pempek yang sudah dibentuk dalam air mendidih, sampai matang (pempek akan mengapung). Kemudian tiriskan pempek, dan goreng dalam minyak yg panas.

Bahan cukonya: gula
merah,bawang putih, ebi,cabe, cuka sama asem jawa.

Selamat mencoba

Super Note Part 5

Janganlah berkecil hati dan hanya mengeluh karena kecilnya gaji.

GAJI ADALAH SEBAGIAN YANG
SANGAT KECIL DARI KESELURUHAN REZEKI TUHAN
yang disiapkan untukmu.

PIKIRKAN dan TEMUKANLAH
sesuatu yang bisa kau lakukan untuk membantu orang lain membersihkan, memperbaiki, memperkuat, dan melengkapi kehidupan mereka.

Ingatlah,
PEKERJAAN ADALAH PINTU LEMARI REZEKI.


Ikhlas dan jujurlah dalam
pekerjaanmu.


---oo0oo---


PENGERTIAN ADALAH ILMUNYA KEHIDUPAN.


Orang yang baik pengertiannya akan baik perilakunya, dan karenanya didamaikan dan disejahterakan hidupnya.

Dia tidak menuntut penjelasan total mengenai kebaikan, sebelum dia ikhlas membaikkan hati dan pikirannya.

Dia mengerti bahwa KEBAIKAN ADALAH WAJAH TERDEKAT DARI KEAJAIBAN BESAR yang tak mungkin sepenuhnya dimengertinya.

Jika untuk kebaikan, ikhlaslah.


---oo0oo---


ORANG YANG SEDANG
BERADA DALAM LUBANG, HARUS BERHENTI MENGGALI.

Tidak sedikit orang yang hari ini berada dalam kesulitan, justru bersikap dan berlaku yang semakin mempersulit keadaannya.

Dia menelantarkan
kepercayaan, melakukan yang justru dilarang, dan
menyalahkan siapa pun kecuali dirinya.

Dia tidak merasa salah.

Dalam hati kita bertanya,

Jika engkau demikian benar, mengapakah hidupmu belum baik?

Super Note Part 4

CITA-CITA ADALAH
IMPIAN YANG BERTANGGAL.

Jika Anda telah memiliki impian, berilah tanggal bagi
pencapaiannya, dan impian itu akan menjadi cita-cita.

Kemudian, Anda tinggal
menyusun urutan tindakan
untuk mencapainya pada
tanggal itu.

Sehingga, semakin Anda
menunda, semakin tanggal itu terdorong menjauh.

Dan seandainya Anda malas,
semakin cita-cita itu menjadi tidak berarti.


---oo0oo---


SEMAKIN ENGKAU RAGU MENGENAI MASA DEPANMU, SEMAKIN ENGKAU HARUS PASTI MENGENAI YANG KAU KERJAKAN HARI INI.

Apakah kesibukanmu hari ini ada hubungannya dengan masa depanmu yang damai dan sejahtera?

Jika tidak, janganlah santai
melakukan sesuatu yang tak berguna.

Pilihlah pekerjaan yang sangat menyemangatimu, atau semangatilah dirimu dalam pekerjaan yang telah
diberkatkan oleh Tuhan
kepadamu hari ini.


---oo0oo---


Malam ini beristirahatlah dengan damai, dan katakanlah:

Kedamaianku merebak bersama keikhlasanku untuk menerima yang telah terjadi kepadaku.

Dan kekuatanku tumbuh
bersama kesediaanku untuk
menjadikan yang telah terjadi sebagai perintah pembaruan hidupku.

Sesungguhnya, kekhawatiran ku tak membatalkan masalah yang
bisa terjadi di masa depan,
tetapi pasti mengurangi
kedamaian dan kekuatanku hari ini.

Mario Teguh

Super Note Part 3

Jika engkau ingin menyelamatkan hati dan dirimu, JANGANLAH BERFOKUS PADA YANG TAK KAU MILIKI.

Itu adalah jalan pasti menjadi penyedih dan pesimis.

Orang yang mengeluhkan
pedang panjang yang
dipegangnya, akan dikalahkan oleh PETARUNG YANG MENSYUKURI BELATI KECILNYA.

PILIHLAH UNTUK BERFOKUS PADA KEKUATANMU, apa pun
ukurannya.

Semua keberhasilan dicapai
melalui ANAK TANGGA KEKUATAN YANG DISYUKURI.

---oo0oo---


Ooh... engkau sakit hati lagi?

Kecewa dan patah hati
dan dunia menjadi kelam dan kelabuhidup ini tak menarik lagi kecuali untuk nelangsa karena engkau diperlakukan tak adil?

Memang meletihkan jika hidup ini hanya tuk menjelaskan bahwa engkau orang baik dan niatmu baik.

Tersenyumlah dalam linangan air matamu.

Engkau jiwa kecintaan Tuhan.

Tidak mungkin engkau
disedihkan, tanpa rencana
pembahagiaanmu.


---oo0oo---


Jika engkau ditugaskan untuk menjadi Raja atau Ratu, ENGKAU AKAN MENJADI RAJA ATAU RATU.

Tidak ada apa dan siapa pun
yang bisa membatalkan rencana kebesaranmu, KECUALI jika engkau MENOLAK RENCANA TUHAN,

dengan MENJADIKAN dirimu
malas, pesimis, penyedih, dan berbahasa sembarangan.

ENGKAU PEMBESAR MASA DEPAN, BERSIKAP DAN BERLAKULAH YANG SESUAI.

Aku menghormatimu mulai dari apa adanya engkau sekarang.

Mario Teguh

Super Note Part 2

Rezeki adalah sistem SEBAB dan AKIBAT, yang SEBABNYA HARUS JELAS, tetapi AKIBATNYA SEBAGIAN
BESAR GAIB.

Kegaiban rezeki hanya bisa
DIMENGERTI oleh HATI YANG IKHLAS MEMPERCAYAI,

bahwa:

Tuhan Maha Mengetahui
kepantasan kita Tuhan Maha Adil dalam menghitung akibatTuhan Maha Pengasih yang melebihkan berkah
Tuhan Maha Kaya yang tak kan rugi memperkaya kita

Tuhan... damaikan dan
sejahterakanlah kami. Amien

---oo0oo---

Orang yang menua dan renta dalam hidup yang lemah, biasanya berasal dari ORANG MUDA YANG TIDAK TEGAS UNTUK KEBAIKANNYA SENDIRI.

Pribadi besar yang berwibawa dan berwenang, biasanya telah melatih diri untuk berlaku tegas bagi kebaikan dirinya sejak
muda.

Bagi jiwa muda yang tumbuh dengan ikhlas, KESALAHAN SAAT MUDA ADALAH PELAJARAN YANG
MEMBAIKKAN MASA DEPAN.

Janganlah menunggu tua untuk berlaku tegas.

---oo0oo---

5 KEIKHLASAN MENGATASI FITNAH

1. Meyakini bahwa fitnah tidak akan mengenai kita, jika tidak diijinkan oleh Tuhan.

2. Mensyukuri bahwa kesetiaan kita kepada yang benar adalah perlindungan.

3. Memisahkan sahabat yang jujur dari mereka yang palsu dan pendengki.

4. Melebihkan kebaikan kepada jumlah jiwa yang lebih besar daripada yang mampu mereka hasut.

5. Meneruskan kehidupan yang ikhlas dalam kebaikan

Mario Teguh

Super Note Part 1

Banyak orang pandai dan
terdidik, yang bekerja dan digaji oleh mereka yang sederhana pendidikannya.

Itu sebabnya, kita tidak boleh mengagung-agungkan gelar dan pengetahuan, jika itu semua hanya bicara dan jauh dari tindakan yang berani.

Bukan kurangnya pengetahuan - yang mengerdilkan kehidupan, tetapi kurangnya penggunaan dari pengetahuan.

KEBODOHAN YANG YAKIN,
MENGALAHKAN KEPANDAIAN YANG RAGU-RAGU.


--o0o--



SEGALA SESUATU DITENTUKAN
OLEH NIATNYA.


Jika niat kita baik, hidup kita akan baik, mungkin tidak segera, tetapi pasti.

NIAT ADALAH PENGHIJRAH, yaitu kekuatan yang memindahkan.

Orang yang mengeluhkan
hidupnya, AKAN DIPINDAHKAN
OLEH NIATNYA, JIKA DIA BERNIAT.

Lho, khan ada orang yang
berniat, tapi malas?

Dia tidak betul-betul berniat.

BUKTI DARI NIAT YANG BAIK adalah SIKAP DAN TINDAKAN YANG BAIK.


--o0o--



REZEKI SUDAH DITETAPKAN OLEH TUHAN, BUKAN PADA JUMLAHNYA, TAPI PADA CARANYA.

Dia yang malas, dimalasi oleh rezeki.

Dia yang baik hati, rajin dan
jujur - sering dikunjungi oleh rezeki yang kangen.

Dan dia yang bermanfaat bagi sesama, rezekinya langsung dan khusus menjadi urusan Tuhan.

SEBELUM MENYALAHKAN REZEKI, sebaiknya kita MEMERIKSA KETEPATAN SIKAP.

KITA adalah JIWA YANG ASLINYA BEREZEKI BAIK.

Super Note : Mario Teguh

KEBERHASILAN SESEORANG BUKAN HANYA MILIK ORANG KAYA DAN ORANG PINTAR

Untuk sahabat-sahabatku yang sedang berusaha membentuk kepribadian yang baik sehingga keberadaannya sangat di tunggu-tunggu dan di harapkan oleh orang banyak.

Renungkan ini KEBERHASILAN SESEORANG BUKAN HANYA MILIK ORANG KAYA DAN ORANG PINTAR, karena sesungguhnya KEBERHASILAN adalah hak semua orang, asal orang itu mau mengupayakan dan melakukan tindakannya yang akan mendekatkannya dengan KEBERHASILAN.

Michael Angelo said Di setiap batu cadas didalamnya terdapat patung sangat luar biasa maksudnya adalah ayo lepaskan belenggu yang mengikat diri kita dengan seluruh kekuatan karena jika belenggu itu telah patah dan hancur maka kita akan dapat mencapai keberhasilan itu.

Contoh dari belenggu itu adalah rasa malas dan rasa takut. Ayo hilangkan rasa malas dan rasa takut itu agar KEBERHASILAN itu ada pada kita.

Pertanyaannya adalah Apakah tindakan kita semua telah mengarah pada pencapaian KEBERHASILAN ? Kalo saya saat ini sedang melakukannya mudah-mudahan kita semua bisa mencapai keberhasilan itu dan yang penting TIDAK ADA KATA TERLAMBAT UNTUK MEMULAINYA.

JALAN YANG ANDA PILIH, MENENTUKAN YANG ANDA TEMUKAN

Ada sebuah pepatah Afrika
yang menyatakan bahwa,

Tidak akan ada bekas-
bekas sapi di mana sapi
tidak lewat.

Sehingga, seseorang yang memilih jalan yang tidak berisi kebaikan, hanya akan menemukan kegelisahan dan kegusaran dalam kehidupan yang hampa dari kebaikan.

Sehingga, dia yang memilih pekerjaan yang tidak menghargai karyawannya, hanya akan mengeluhkan rendahnya bayaran dan penghargaan, walau seperti apa pun baiknya dia bekerja dan mengabdi.

Sehingga, orang yang
mengeluhkan hasil dan
penghargaan yang diterima dari pekerjaannya, harus memeriksa ketepatan pilihan pekerjaannya,
dan berlaku tegas memperbarui pilihannya - jika itu yang harus
dilakukannya.


Sehingga, orang yang merasa tidak tumbuh dan menjadi semakin jauh dari kedamaian di dalam pergaulannya, harus
dengan tegas mengeluarkan
dirinya dari pergaulan-
pergaulan yang tidak
menjadikannya lebih baik, lebih kuat, dan lebih mampu.

Marilah kita ikhlaskan diri untuk menerima, bahwa

Yang kita temukan, hanya
sesuai dengan jalan yang
kita pilih.

...........

Sahabat-sahabat saya yang
hatinya baik,

Sebagian dari kita sudah
berada dalam perjalanan
yang tepat, sehingga yang
ditemuinya dan yang
didapatkannya adalah
hadiah-hadiah baik bagi
mereka yang memilih
berada dalam perjalanan
yang baik.

Tetapi, tidak sedikit dari kita yang sedang mengeluhkan kecilnya penghargaan kehidupan, dan kurangnya kekuatan yang dimilikinya untuk
membangun sebuah kehidupan yang mampu dan damai.


Jika saja kita bersedia untuk berpikir sederhana, kita akan segera mengenali bahwa

Kita tidak akan menemukan
yang kita idamkan, jika
kita bekerja dan berjalan
di jalan yang tidak
menyediakan yang kita
idamkan.


Ingatlah, bahwa

Jalan idaman adalah jalan
tersedianya idaman.

Yang selain itu adalah jalan
yang berisi keluhan mengenai tidak adanya imbalan yang sesuai untuk tenaga dan waktu
yang kita sumbangkan.

Maka marilah kita ikhlas
menerima, bahwa

Jalan yang Anda pilih,
sangat menentukan apa
yang Anda temukan dalam
perjalanan itu.

Maka pilihlah jalan yang di
dalamnya terletak hadiah-
hadiah bagi upaya-upaya
baik Anda. Beranikanlah diri
Anda.


Tuhan adalah pemangku
dari semua ragu dan takut
di hati Anda.

Dengannya, bertindaklah
berani dalam ketakutan
Anda.

Karena, keberanian adalah
penunjuk tingkat iman.

Sosok Nabi Muhammad SAW

-- Bentuk tubuh Rasulullah SAW-
-

Al-Hasan bin Ali bin Abi Thalib ra.
yang pernah hidup bersama
Rasulullah SAW, berkata:

"Saya bertanya kepada paman
saya, Hind bin Abi Halah -yang
selalu berbicara tentang Nabi
yang mulia- untuk menceritakan
kepada saya berkenaan dengan
Nabi, agar kecintaan saya
bertambah. Ia berkata, 'Nabi
Allah sangat berwibawa dan
sangat dihormati. Wajahnya
bersinar seperti purnama. Ia
lebih tinggi dari orang-orang
pendek dan lebih pendek dari
orang-orang jangkung.
Kepalanya agak besar dengan
rambut yang ikal. Bila
rambutnya itu bisa disisir, ia
pasti menyisir rambutnya. Kalau
rambutnya tumbuh panjang, ia
tak akan membiarkannya
melewati daun telinga. Kulit
wajahnya putih dengan dahi
yang lebar. Kedua alisnya
panjang dan lebat, tapi tidak
bertemu.

Di antara kedua alisnya, ada
pembuluh darah melintang yang
tampak jelas ketika beliau
marah. Ada seberkas cahaya
yang menyapu tubuhnya dari
bawah ke atas, seakan-akan
mengangkat tubuhnya.

'Janggutnya pendek dan tebal;
pipinya halus dan lebar.
Mulutnya lebar dengan gigi-gigi
yang jarang dan bersih. Di atas
dadanya ada bulu yang sangat
halus; lehernya seperti batang
perak murni yang indah.
Tubuhnya serasi (semua
anggota tubuhnya sangat
serasi dengan ukuran anggota
tubuh yang lain). Perut dan
dadanya sejajar. Bahunya lebar,
sendi-sendi anggota badannya
gempal. Dadanya bidang. Bagian
tubuhnya yang tidak tertutup
pakaian bersinar terang.
Segaris bulu yang tipis
memanjang dari dada ke
pusarnya. Di luar itu, dada dan
perutnya tidak berbulu sama
sekali. Lengan, bahu dan
pundaknya berbulu. Lengannya
panjang dan telapak tangannya
lebar. Tangan dan kakinya tebal
dan kekar. Jari-jemarinya
panjang. Pertengahan telapak
kakinya melengkung, tidak
menyentuh tanah, air tidak
membasahinya.

Ketika berjalan ia mengangkat
kakinya dari tanah dengan dada
yang dibusungkan. Langkah-
langkahnya lembut. Ia berjalan
cepat seakan-akan menuruni
bukit. Bila berhadapan dengan
seseorang, Ia hadapkan seluruh
tubuhnya, bukan hanya
kepalanya. Matanya selalu
merunduk. Pandangannya ke
arah bumi lebih lama daripada
pandangannya ke langit.
Sesekali ia memandang dengan
pandangan sekilas. Ia selalu
menjadi orang pertama yang
mengucapkan salam kepada
orang yang ditemuinya di jalan.'

-- Cara bicara Rasulullah --

Kemudian Imam Hasan berkata,
"Ceritakan kepadaku cara
bicaranya."

Hind bin Abi Halah berkata, "Ia
selalu tampak sendu, selalu
merenung dalam, dan tidak
pernah tenang. Ia banyak
diamnya. Ia tidak pernah
berbicara yang tidak perlu. Ia
memulai dan menutup
pembicaraannya dengan sangat
fasih. Pembicaraannya singkat
dan padat, tanpa kelebihan
kata-kata dan tidak
kekurangan perincian yan
diperlukan. Ia berbicara lembut,
tidak pernah kasar atau
menyakitkan. Ia selalu
menganggap besar anugerah
Tuhan betapapun kecilnya. Ia
tidak pernah mengeluhkannya.
Ia juga tidak pernah mengecam
atau memuji berlebih-lebihan
apapun yang ia makan

Dunia dan apapun yang ada
padanya tidak pernah
membuatnya marah. Tetapi, jika
hak seseorang dirampas, ia
akan sangat murka sehingga
tidak seorang pun mengenalnya
lagi dan tidak ada satu pun
yang dapat menghalanginya
sampai ia mengembalikan hak itu
kepada yang punya. Ketika
menunjuk sesuatu, ia menunjuk
dengan seluruh tangannya.
Ketika terpesona, ia
membalikkan tangannya ke
bawah. Ketika
berbicara,terkadang ia
bersedekap atau merapatkan
telapak tangan kanannya pada
punggung ibu jari kirinya. Ketika
marah, ia palingkan wajahnya.
Ketika tersinggung, ia
merunduk. Ketika ia tertawa,
gigi-giginya tampak seperti
untaian butir-butir hujan es.

Imam Hasan berkata, "Saya
menyembunyikan berita ini dari
Imam Husain sampai suatu saat
saya menceritakan kepadanya.
Ternyata ia sudah tahu
sebelumnya. Kemudian saya
bertanya kepadanya tentang
berita ini. Ternyata ia telah
bertanya kepada ayahnya
(Imam Ali) tentang Nabi, di dalam
dan di luar rumah, cara
duduknya dan penampilannya,
dan ia menceritakan semuanya."

-Akhlak Rasulullah ketika masuk
rumah-

Imam Husain berkata, "Aku
bertanya kepada ayahku ( Ali
Bin Abi Thalib RA) tentang
perilaku Nabi ketika ia memasuki
rumahnya. Ayahku berkata, 'Ia
masuk rumah kapan saja ia
inginkan. Bila berada di rumah,
ia membagi waktunya menjadi
tiga bagian; sebagian untuk
Allah, sebagian untuk
keluarganya, sebagian lagi
untuk dirinya. Kemudian ia
membagi waktunya sendiri
antara dirinya dan orang lain;
satu bagian khusus untuk
sahabatnya dan bagian lainnya
untuk umum. Ia tidak
menyisakan waktunya untuk
kepentingan dirinya. Termasuk
kebiasaannya pada bagian yang
ia lakukan untuk orang lain ialah
mendahulukan atau
menghormati orang-orang yang
mulia dan ia menggolongkan
manusia berdasarkan
keutamaannya dalam agama. Di
antara sahabatnya, ada yang
mengajukan satu keperluan,
dua keperluan, atau banyak
keperluan lain. Ia menyibukkan
dirinya dengan keperluan
mereka. Jadi, ia menyibukkan
dirinya untuk melayani mereka
dan menyibukkan mereka
dengan sesuatu yang baik bagi
mereka.

"Ia sering menanyakan keadaan
sahabatnya dan memberi tahu
mereka apa yang patut mereka
lakukan. 'mereka yang hadir
sekarang ini harus
memberitahukan kepada yang
tidak hadir. Beritahukan
kepadaku orang yang tidak
sanggup menyampaikan
keperluannya kepadaku. Orang
yang menyampaikan kepada
pihak yang berwenang keluhan
seseorang yang tidak sanggup
menyampaikannya, akan Allah
kokohkan kakinya pada Hari
Perhitungan'. Selain hal-hal
demikan, tidak ada yang
disebut-sebut dihadapannya
dan tidak akan diterimanya.
Mereka datang menemui beliau
untuk menuntut ilmu dan
kearifan. Mereka tidak bubar
sebelum mereka menerimanya.
Mereka meninggalkan majlis Nabi
sebagai pembimbing untuk
orang di belakangnya.'

--Akhlak Rasulullah di luar
rumah--

"Aku bertanya kepadanya
tentang tingkah laku Nabi yang
mulia di luar rumahnya. Ia
menjawab, 'Nabi itu pendiam
sampai ia merasa perlu untuk
bicara. Ia sangat ramah kepada
setiap orang. Ia tidak pernah
mengucilkan seorang pun dalam
pergaulannya. Ia menghormati
orang yang terhormat pada
setiap kaum dan memerintahkan
mereka untuk menjaganya
kaumnya. Ia selalu berhati-hati
agar berperilaku yang tidak
sopan atau menunjukkan wajah
yang tidak ramah kepada
mereka. Ia suka menanyakan
keadaan sahabat-sahabatnya
dan keadaan orang-orang di
sekitar mereka, misalnya
keluarganya atau tetangganya.
Ia menunjukkan yang baik itu
baik dan memperkuatnya. Ia
menunjukkan yang jelek itu
jelek dan melemahkannya. Ia
selalu memilih yang tengah-
tengah dalam segala urusannya.'

"Ia tidak pernah lupa
memperhatikan orang lain
karena ia takut mereka alpa
atau berpaling dari jalan
kebenaran. Ia tidak pernah
ragu-ragu dalam kebenaran dan
tidak pernah melanggar batas-
batasnya. Orang-orang yang
paling dekat dengannya adalah
orang-orang yang paling baik.
Orang yang paling baik, dalam
pandangannya, adalah orang-
orang yang paling tulus
menyayangi kaum muslimin
seluruhnya. Orang yang paling
tinggi kedudukannya disisinya
adalah orang yang paling
banyak memperhatikan dan
membantu orang lain.'"

--Cara Rasulullah duduk--

Imam Husain berkata, "Kemudian
aku bertanya kepadanya
tentang cara Rasulullah duduk.
Ia menjawab, 'Rasulullah tidak
pernah duduk atau berdiri
tanpa mengingat Allah. Ia tidak
pernah memesan tempat hanya
untuk dirinya dan melarang
orang lain duduk di situ. Ketika
datang di tempat pertemuan, ia
duduk dimana saja tempat
tersedia. Ia juga menganjurkan
orang lain untuk berbuat yang
sama. Ia memberikan tempat
duduk dengan cara yang sama
sehingga tidak ada orang yang
merasa bahwa orang lain lebih
mulia ketimbang dia. Ketika
seseorang duduk di
hadapannya, ia akan tetap
duduk dengan sabar sampai
orang itu berdiri atau
meninggalkannya. Jika orang
meminta sesuatu kepadanya, ia
akan memberikan tepat apa
yang orang itu minta. Jika tidak
sanggup memenuhinya, ia akan
mengucapkan kata-kata yang
membahagiakan orang itu.
Semua orang senang pada
akhlaknya sehingga ia seperti
ayah bagi mereka dan semua ia
perlakukan dengan sama.

Majlisnya adalah majlis
kesabaran, kehormatan,
kejujuran dan kepercayaan.
Tidak ada suara keras di
dalamnya dan tidak ada
tuduhan-tuduhan yang buruk.
Tidak ada kesalahan orang yang
diulangi lagi di luar majlis.
Mereka yang berkumpul dalam
pertemuan memperlakukan
sesamanya dengan baik dan
mereka satu sama lain terikat
dalam kesalehan. Mereka
rendah hati, sangat
menghormati yang tua dan
penyayang kepada yang muda,
dermawan kepada yang fakir,
dan ramah kepada pendatang
dari luar.'

--Cara Rasulullah bergaul
dengan sahabatny--

"Aku bertanya kepadanya
bagaimana Rasulullah bergaul
dengan sahabat-sahabatnya. Ia
menjawab, 'Rasulullah ceria,
selalu lembut hati, dan ramah. Ia
tidak kasar dan tidak berhati
keras. Ia tidak suka membentak-
bentak. Ia tidak pernah berkata
kotor, tidak suka mencari-cari
kesalahan orang, juga tidak
suka memuji-muji berlebihan.Ia
mengabaikan apa yang tidak
disukainya dalam perilaku orang
begitu rupa sehingga orang
tidak tersinggung dan tidak
putus asa. Ia menjaga dirinya
untuk tidak melakukan tiga hal:
bertengkar, banyak omong, dan
berbicara yang tidak ada
manfaatnya.Ia juga menghindari
tiga hal dalam hubungannya
dengan orang lain: mengecam
orang, mempermalukan orang,
dan mengungkit-ungkit
kesalahan orang.

Ia tidak pernah berkata kecuali
kalau ia berharap memperoleh
anugerah Tuhan. Bila ia
berbicara, pendengarnya
menundukkan kepalanya,
seakan-akan burung
bertengger di atas kepalanya.
Baru kalau ia diam,
pendengarnya berbicara.
Mereka tidak pernah berdebat
di hadapannya. Jika salah
seorang di antara mereka
berbicara, yang lain
mendengarkannya sampai ia
selesai. Mereka bergiliran untuk
berbicara di hadapannya. Ia
tertawa jika sahabatnya
tertawa; ia juga terkagum-
kagum jika sahabatnya
terpesona. Ia sangat penyabar
kalau ada orang baru bertanya
atau berkata yang tidak sopan,
walaupun sahabat-sahabatnya
keberatan.Ia biasanya berkata,
"Jika kamu melihat orang yang
memerlukan pertolongan,
bantulah ia." Ia tidak menerima
pujian kecuali dari orang yang
tulus.

Wanitaku Pemuliaku

Sesungguhnya setiap jiwa
menua untuk sesuatu.

Ada yang menua untuk menjadi
pribadi yang bernilai,
dan ada yang menua untuk
menyesalkan usia muda yang
telah disia-siakannya.

Tidak ada karir dan
kehidupan yang berjalan
datar.

If we are not going up, we
are certainly going down.

Jika kita tidak sedang dalam
perjalanan naik, kita pasti
sedang dalam perjalanan turun.

Memang itu tidak enak di
dengar, tetapi akan lebih tidak
enak lagi masa depan kita - jika
kita tidak menjadikan diri ini
lebih tabah, lebih bersungguh-
sungguh, dan lebih berani.

Marilah kita perhatikan, bahwa...

Semua nasehat bagi
kebaikan kita, selalu
sederhana.
Yang tidak sederhana
adalah pelaksanaannya.

Karena,...

Kesulitan dalam
memperbaiki sesuatu,
sangat ditentukan oleh
besarnya kerusakan yang
kita sebabkan sebelumnya.

Jika pengabaian kehidupan
yang kita lakukan sebelum
hari ini - besar, maka
kesungguhan yang dituntut
dari kita untuk
memperbaiki diri - tidak
mungkin kecil.

Maka,...

Jika kita TIDAK sedang
membaikkan kehidupan,
setidaknya kita TIDAK
mempersulit diri sendiri.

Dan, jika ada orang yang hanya
terkesan oleh nasehat yang
panjang dan pelik, dia pasti
orang yang tindakannya
sederhana - yaitu mengabaikan
nasehat.

Maka, temukan dan muliakanlah
nasehat-nasehat kebaikan yang
sederhana, agar sederhana
juga bagi Anda untuk
menyegerakan tindakan untuk
memulai.

Semakin panjang
perjalanan Anda, harus
semakin segera Anda
memulainya.

Dan,...

Dalam perjalanan naik
itulah, kita menjangkarkan
diri kita untuk setia kepada
hal-hal yang benar dan
yang menaikkan.

Jika kita kesulitan menemukan
titik berangkat untuk mencapai
impian kehidupan kita,
gunakanlah PEMULIAAN WANITA
ANDA sebagai landasan luncur
menuju karir dan kehidupan
kebintangan Anda.

Muliakanlah wanita dalam
kehidupan Anda.

Ibunda Anda, istri Anda, anak
wanita Anda, saudara wanita
Anda, nenek Anda, guru wanita
Anda, dan semua wanita di
dunia...

Ingatlah, bahwa...

Tidak ada pria yang lebih
gallant dan attractive,
yang disyukuri dan
dirindukan kehadirannya
oleh wanita,
selain pria yang
menjatuhkan semua
bawaan-nya dan
meninggalkan semua
kesenangan pribadinya -
untuk menggembirakan
wanitanya.

...........

WANITA YANG DIMULIAKAN
OLEH PRIANYA,
AKAN MENJADI WANITA
MULIA, YANG MEMULIAKAN
PRIANYA.

Pria yang mudah menerima
pencurahan cinta dari
wanitanya, adalah dia yang
bersedia meminta maaf,
meski pun dia tidak
bersalah.

Tidak ada wanita yang akan
menyia-nyiakan pria-nya yang
tidak bersalah, tetapi yang
ikhlas 'menghibur' wanita
kecintaannya, dengan
'mengambil alih' kesalahan sang
wanita.

Bagi wanita, tindakan 'kecil' itu
adalah langkah anggun
keperwiraan seorang pria.

Pria seperti itu sangat percaya
diri, karena ke-pria-annya tidak
akan terganggu oleh
penyerapan dari semua
kesalahan yang ada di dalam
keluarganya. Dia tidak
kehilangan kedamaian mengenai
yang benar di dalam dirinya,
hanya karena dia meminta maaf
- sebagai cara untuk
membahagiakan wanitanya.

Minta maaf-lah kepada Ibu
Anda, walau pun Anda tidak
bersalah; karena beliau telah
ikhlas menjadikan diri dan
kehidupannya sebagai saluran
kehadiran Anda dalam tugas
kepemimpinan Anda di dunia ini.

Minta maaf-lah kepada istri
Anda, meski pun Anda tidak
bersalah, karena dia telah
bersedia melahirkan anak-anak
Anda, dan ikhlas menua bersama
Anda - sambil menunggu janji-
janji Anda yang belum kunjung
mewujud.

Karir yang utama dan
terbaik dalam kehidupan
ini, adalah keluarga.

Jika ada yang meragukan
nasehat sederhana itu, mohon
Anda sampaikan beberapa
kalimat yang berikut ini:

Tujuan dari semua
keberhasilan adalah pulang
ke rumah dalam perasaan
damai.

Karena, apakah guna dari
semua keberhasilan, jika kita
tidak damai?

Keluarga adalah kehidupan
kita yang sebenarnya.
Tidak ada siapa pun yang
bisa disebut berhasil, jika
dia tidak membahagiakan
keluarganya.

Karena,

Orang yang menelantarkan
keluarganya untuk
membahagiakan keluarga
orang lain, adalah sepalsu-
palsunya orang.

...........

Sahabat saya yang super,
marilah kita mensyukuri
keberadaan kita di dalam
keluarga kita.

Bersabarlah dengan
masalah-masalah yang ada
dalam keluarga Anda.

Janganlah berharap Anda
dilahirkan dalam keluarga lain,
karena itu tidak akan pernah
terkabul. Dan janganlah
berharap Anda berada dalam
pernikahan lain, karena Anda-
lah yang memutuskan untuk
menikah.

Tumbuhkanlah diri Anda untuk
menjadi pribadi yang lebih kuat
daripada masalah-masalah Anda.

Kita tidak mungkin
diberikan masalah yang
tidak bisa kita selesaikan.
Tuhan memberi-tahu
bahwa kita sudah naik
kelas dalam kemampuan
kita, dengan memberikan
masalah yang lebih besar.

Ingatlah, bahwa...

Masalah adalah rahmat
yang tidak kita sukai
rasanya.

...........

Pilihlah untuk menjadi
pribadi yang berbahagia.

Kemampuan asli untuk
berbahagia, sudah ada di dalam
diri Anda.
Gunakanlah. Anda berhak untuk
berbahagia.

Jangan syaratkan orang
lain untuk menjadi baik
lebih dulu, sebelum Anda
bersedia untuk
meramahkan diri.

Mulailah dengan tindakan-
tindakan kecil yang bisa Anda
lakukan untuk menjadi pribadi
baik, yang tulus, yang ramah,
dan yang ikhlas menerima,

bahwa,...

tidak mungkin Tuhan sampai
hati membiarkan Anda, sebagai
jiwa kecintaan-Nya, berlama-
lama dalam penistaan dan
pelukaan oleh orang-orang
yang sampai hati.

Tuhan mendengar rintihan hati
Anda dan melihat rambat lambat
turunnya butir-butir air mata
itu, jauh sebelum Anda terluka
oleh perendahan dan
penyepelean itu.

Apakah Tuhan sampai hati
membiarkan jiwa kecintaan-Nya
ini - mengabaikan semua haknya
untuk kesejahteraan dan
kemuliaan, dan menukarkannya
dengan permintaan sederhana
agar ia dibebaskan dari pilunya
hati?

Bersabarlah.

Mereka yang 'menjahati'
kita itu, sebetulnya tidak
ingin berlaku jahat kepada
kita.

Mereka sedang sebetulnya
diperankan oleh Tuhan
untuk menjadi pribadi yang
menguji keberserahan kita
kepada Tuhan.

Sabarkanlah diri Anda.

Semua yang terjadi, terjadi
karena kehendak Tuhan.
Semua yang terjadi, terjadi
dengan tujuan untuk
memuliakan Anda.

Dan ingatlah, bahwa...

Keburukan yang
menjadikan kita baik,
adalah kebaikan.


Sumber : Mario Teguh

Melihat ke Bawah Tradisi Orang Kalah ?

Saat bersepeda ke Tokyodome minggu pagi lalu, anak saya
yang kedua, Nasywa bilang "kita sekarang miskin ya, kalo dulu jalan-jalan naik mobil, sekarang
cuma naik sepeda". Belum
sempat saya menjawab, anak
saya yang pertama, Haidar
langsung merespon "bukan kita yang miskin, tapi orang-orang itu (sambil menunjuk orang-orang jepang yang sedang berjalan), kita masih naik sepeda, mereka cuma jalan kaki".

"Alhamdulillah",
dalam hati saya berkata. Tentu saya gembira
karena anak saya yang
pertama mulai belajar
bagaimana memposisikan diri diantara lingkungan yang
dihadapi. Ketika kita melihat "ketiadaan" dalam diri kita,
maka yang lahir adalah
kehausan dan kegelisahan.
Sementara ketika kita melihat
ke "ada" an, melihat segala apa
yang kita miliki dan nikmati,
maka yang lahir adalah
kecukupan dan ketentraman.

Mungkin sebagian orang akan
mengatakan bahwa pesan
"hidup harus melihat kebawah"
adalah hal yang "klise", bahkan
teman saya menyebutnya
sekedar jargon kosong yang
hanya cocok dipegang oleh
mereka-mereka yang gagal
dalam kehidupan. "Melihat
kebawah" dianggapnya sebagai
candu yang menyebabkan
seseorang menjadi tidak
produktif. "Melihat ke bawah
adalah tradisi orang kalah",
begitu teman saya mengatakan.

Dunia, menurut orang bijak,
bagaikan air laut, semakin
banyak diminum bukan semakin
hilang dahaga, tapi sebaliknya,
semakin haus, semakin
rakus.
Itulah sebabnya materi tidak boleh menjadi satu-satunya obat reformasi
birokrasi. Kasus-kasus hukum
yang terjadi menunjukkan hal
itu. Koruptor-koruptor besar
bukanlah mereka yang bergaji
kecil. Anggota DPR dan DPRD
korupsi bukan karena gaji
mereka kecil, Wali kota, Bupati,
Gubernur yang korupsi bukan
karena gaji mereka lebih rendah
dari rakyat kebanyakan yang
tidak korupsi, Pejabat-pejabat
Bank Indonesia yang korupsi
bukan karena mereka tidak
makmur hidupnya, konglomerat
hitam yang telah merampok dan
membawa lari uang Negara
bukan karena hidup mereka
kurang sejahtera.

Dalam perspektif material, dunia
yang telah berubah menjadi
rumah besar bagi para
konsumen, sangat sulit
merumuskan berapa tingkat
pendapatan yang dianggap
cukup agar seseorang tidak
tertarik untuk melakukan
tindakan korup. Kenyataannya
perilaku konsumsi dan
kapasistas konsumsi manusia
berubah dengan berubahnya
pendapatan. Sehingga antara
pendapatan dan tingkat
konsumsi selalu berkejar-
kejaran dan tidak pernah
tuntas sampai tanah kuburan
menuntaskannya. Inilah lautan
yang merasuk ketenggorokan
manusia yang menyebabkannya
selalu haus, selalu ingin minum,
minum dan minum lagi.

Saya teringat pesan seorang
teman ketika dia mengatakan
"sesungguhnya orang-orang
bijak menjadikan dunia sebagai
sarana memperbanyak bekal di
hari akhir nanti, sehingga
mereka tidak terjebak dalam
siklus kehausan akibat lautan
dunia". Senantiasa melihat ke
"bawah" bukan hanya
menyebabkan kita tentram, tapi
juga membawa kita berlepas diri
dari jebakan lingkaran kehausan
dunia yang berpotensi
menenggelamkan kita dalam
prosesi kehinaan di dunia
(penjara) maupun akhirat
(neraka).


Semoga kita mampu!

Oleh : Mukhamad Najib

Sesatkah Ajaran Sufi

Tarekat adalah sebutan untuk orang-orang sufi yang menjadikan berbagai
cara/jalan/metode bagi diri
mereka, seperti : Tarekat
Jailaniah, Rifa'iyah, Syadziiah dan lainnya.

Pada umumnya mereka adalah tarekat-tarekat bid'ah yang tidak memiliki keterkaitan dengan syara' akan tetapi merupakan buah karya dari para pemiliknya sendiri. Mereka
menentukan berbagai doa-baik yang masyru' maupun tidak masyru'-bagi tarekatnya dengan jumlah-jumlah tertentu, dengan gerakan-gerakan tertentu di waktu-waktu tertentu dan lainnya dengan anggapan bahwa hal itu dapat membersihkan diri mereka, menyucikan hati mereka dan mengantarkan mereka ke kedudukan wali yang paling tinggi.

Didalam tarekat-tarekat ini
terdapat berbagai
penyimpangan syar'iyah yang bertentangan dengan akal sehat dan fitrah yang lurus.
Karena itu kebanyakan dari
para penganut tarekat
membuat berbagai persyaratan untuk mengenal dan memahami
tarekat-tarekatnya-seperti
yang mereka inginkan-dengan talaqqi langsung dari para syeikh tarekat dan mewajibkan kepada orang-orang yang
bertalaqqi agar menghilangkan akal dan pemahamannya ketika
bertalaqqi dari syeikhnya yang memberikan kepadanya berbagai syubhat dan kebatilan
sedikit-demi sedikit serta
meletakkan kaidah zhalim ini :
"Jadilah kamu dihadapan guru seperti mayat dihadapan orang
yang memandikannya."

Mereka berkata,"Diantara sikap kurang beradab dan sebab-sebab pengharaman adalah menentang syeikh, bertanya kepadanya tentang dalil, seperti
ada ungkapan 'barangsiapa
yang mengikuti seorang syeikh kemudian menentangnya maka
orang itu telah sesat' atau
ungkapan-ungkapan lainnya
yang mengandung kebatilan.
Untuk itu diharuskan bagi ahli kebenaran-ahlus sunnah wal jama'ah-agar menyingkap kesalahan dan menerangkan kebatilannya bahwa ia adalah cara-cara yang menyimpang dan jalan-jalan yang jauh dari
petunjuk Nabi saw dan para
sahabatnya.

Al Alusiy didalam kitabnya
"Ghoyah al Amaniy fii ar Rodd 'ala an Nabhaniy" mengatakan bahwa musibah yang paling besar terhadap agama dan negara yang menimpa manusia pada masa sekarang ini adalah
perlakuan bid'ah ar Rifa'iyah.

Tidaklah terdapat suatu bid'ah kecuali bersumber dari mereka, berasal dari mereka. Dzikir mereka bagaikan sebuah tarian
dan nyanyian, berlindung
kepada selain Allah, ibadah dan amal-amal para syeikh mereka bagaikan menggenggam ular.

Cukuplah bukti yang
menjelaskan kebatilan dan
penyimpangan tarekat-tarekat
ini yaitu anggapan bahwa
tarekat ini bisa mencapai
kesempurnaan kewalian yang
memiliki kedudukan lebih tinggi
dari kedudukan nubuwah
(kenabian) disisi mereka,
sebagaimana perkataan orang
yang mengatakan bahwa
kedudukan nubuwah di barzakh
sedikit diatas rasul dan berbeda
dengan wali." Dan perkataan al
Busthami,"Kami menyelami
samudra sementara para Nabi
hanya berada di tepiannya."

Pelampauan batas mereka yang
lebih besar dari itu adalah
pengakuan kebanyakan dari
mereka bahwa mereka memiliki
kekhususan dari Allah swt,
seperti perkataan al
Halaj,"Kalaulah bukan tali
kekang syariat terhadap
lidahku pastilah aku
memberitahu kalian tentang apa
ang akan terjadi besok dan
juga lusa hingga hari kiamat."
Pengakuan terhadap
pengetahuan ghaib seperti ini
adalah kekufuran.

Dia juga menegaskan aqidah al
Hulul (Tuhan mengambil tubuh
manusia tertentu untuk tempat-
Nya) dan al Ittihad (dirinya
bersatu dengan Tuhan)....

Ringkasnya : bahwa tarekat-
tarekat dan wirid-wirid yang
dilantunkan orang-orang sufi
adalah cara-cara yang batil,
dzikir-dzikir yang dibuat-buat
meski terkadang masyru'
(sesuai syariat) secara dzatnya
akan tetapi tetapi dicampur-
campur dengan yang lainnya,
dilantunkan dengan cara-cara
dan bentuk-bentuk yang keluar
dari pokok disyariatkannya
dzikir-dzikir itu.

Sedangkan cara yang benar
adalah yang menghubungkannya
dengan Allah dan merealisasikan
kecintaan terhadap-Nya dan
redho kepada-Nya, inilah
tarekat nabi kita Muhammad
saw, para khalifah dan sahabat-
sahabatnya, para tabi'in, orang-
orang setelah mereka yang
mengikutinya hingga hari kiamat.

Firman Allah swt :

وَأَلَّوِ اسْتَقَامُوا عَلَى الطَّرِيقَةِ
لَأَسْقَيْنَاهُم مَّاء غَدَقًا

Artinya : "Dan bahwasanya:
jikalau mereka tetap berjalan
lurus di atas jalan itu (agama
Islam), benar-benar Kami akan
memberi minum kepada mereka
air yang segar (rezki yang
banyak)." (QS. Al Jin : 16)

Ia adalah tarekat (jalan) yang
satu bukan jalan-jalan lain, ia
adalah jalan satu yang lurus,
jalan yang satu bukan jalan-
jalan yang banyak, firman Allah
swt :

وَأَنَّ هَذَا صِرَاطِي مُسْتَقِيمًا فَاتَّبِعُوهُ
وَلاَ تَتَّبِعُواْ السُّبُلَ فَتَفَرَّقَ بِكُمْ عَن
سَبِيلِهِ ذَلِكُمْ وَصَّاكُم بِهِ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ

Artinya : "Dan bahwa (yang Kami
perintahkan ini) adalah jalan-Ku
yang lurus, Maka ikutilah Dia,
dan janganlah kamu mengikuti
jalan-jalan (yang lain), karena
jalan-jalan itu mencerai
beraikan kamu dari jalanNya.
yang demikian itu diperintahkan
Allah agar kamu bertakwa." (QS.
Al An'am : 153)

Jalan inilah yang dilalui oleh nabi
kita Muhammad saw dan para
sahabatnya. Karena itu Allah
swt berfirman :

فَإِنْ آمَنُواْ بِمِثْلِ مَا آمَنتُم بِهِ فَقَدِ
اهْتَدَواْ وَّإِن تَوَلَّوْاْ فَإِنَّمَا هُمْ فِي
شِقَاقٍ فَسَيَكْفِيكَهُمُ اللّهُ وَهُوَ
السَّمِيعُ الْعَلِيمُ

Artinya : "Maka jika mereka
beriman kepada apa yang kamu
telah beriman kepadanya,
sungguh mereka telah
mendapat petunjuk; dan jika
mereka berpaling,
Sesungguhnya mereka berada
dalam permusuhan (dengan
kamu). Maka Allah akan
memelihara kamu dari mereka.
dan Dia-lah yang Maha
mendengar lagi Maha
mengetahui." (QS. Al Baqoroh :
137)

Didalam riwayat Tirmidzi dari
Nabi saw bersabda,"Hendaklah
kalian berpegang dengan
sunnahku dan sunnah para
khalifah rasydin yang telah
mendapatkan petunjuk
setelahku. Peganglah itu dan
gigitlah ia dengan graham. Dan
waspadalah kalian dengan
perkara-perkara yang baru,
sesungguhnya setiap bid'ah
adalah sesat."

Pada akhirnya perlu kiranya
mengingatkan dua hal penting :

1. Tidak seyogyanya mengecam
tashawuf secara mutlak. Akan
tetapi di sana terdapat pula
tashawuf yang benar yang
berpegang dengan aturan-
aturan syariat untuk
mensucikan dan membersihkan
jiwa. Inilah yang dilakukan oleh
sebagian ulama, orang-orang
zuhud pada masa-masa awal
sebelum masuknya berbagai
penyimpangan dan bid'ah pada
diri orang-orang tashawwuf
(sufi).

2. Bahwa ilmu tentang keadaan
hati atau yang disebut dengan
Ilmu Suluk tidaklah diambil
kecuali dari orang-orang yang
aqidahnya benar, istiqomah
perbuatannya, mengikatkan
berbagai urusannya dengan al
Qur'an dan Sunnah yang shahih.
Tidaklah sepatutnya melakukan
penipuan dengan perbuatan
sebagian para pelaku bid'ah dan
kerasnya ibadah mereka, maka
perkara ini sebagaimana
dikatakan Sufyan-semoga Allah
merahmatinya -bahwa jika
seseorang melakukan
perbuatan bid'ah maka
sesungguhnya setan telah
melemparkan kepadanya bentuk
ibadah untuk menjaring
mereka." (Markaz al Fatwa,
fatwa No. 13742)

Wallahu A'lam

About Me

Aku adalah seorang manusia biasa yang ingin menuangkan pikiran ku tentang inspirasi, motivasi dan sebagainya melalui rangkaian kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat.

My nick name is Gunsi.

Untuk artikel yang saya posting sebagian bersumber dari luar dan untuk menghargai karya orang lain maka saya selalu mencantumkan sumbernya.

Akhir kata thanks for all support n keep hard work.

About Me

Aku adalah seorang manusia biasa yang ingin menuangkan pikiran ku tentang inspirasi, motivasi dan sebagainya melalui rangkaian kata yang tersusun menjadi sebuah kalimat.

My nick name is Gunsi.

Untuk artikel yang saya posting sebagian bersumber dari luar dan untuk menghargai karya orang lain maka saya selalu mencantumkan sumbernya.

Akhir kata thanks for all support n keep hard work.

Dermawan Misterius

Penduduk Madinah gempar,
pasalnya mereka mendapat
kabar bahwa di rumah-rumah orang miskin selalu terkirim sekarung gandum yang digeletakan didepan pintu. Itu terjadi selama bertahun-tahun.
Karung gandum itu datang lagi ketika persediaan gandum mereka sudah
menipis.Seseorang telah
mengirimkan gandum itu ketika mereka terlelap tidur.

Nampaknya lai-laki dermawan ini sangat hati-hati agar tidak dikenali masyarakat, Karena
orang-orang selalu gagal
memergoki Sang pengirim
misterius ini. Padahal nereka hanya ingin mengucapkan terima kasih dan mengatakan betapa sangat berartinya sekarung gandum itu untuk keluarga mereka.

Walau berita ini menggemparkan, tapi sampai bertahun-tahun tidak ada seorangpun yang mengaku sebagai pengirim gandum tersebut. Memahami sang pengirim tidak mau diketahui
identitasnya, maka penduduk miskin itu hanya mengirimkan doa ketika mendapati gandum
tergeletak didepan pintu, agar Alloh SWT memuliakan sang dermawan di dunia dan di akhirat.

Suatu malam, setelah
menyelesaikan sholat
malam,Zainal Abidin berjalan tertatih-tatih dalam kegelapan.
Dia memastikan malam itu sepi dan tidak ada seorangpun di jalanan. Kakinya menahan beban
berat yang dia pikul.

Tiba-tiba seseorang melompat dari semak belukar. Lalu menghadangnya! "Hei! Serahkan semua harta kekayaanmu! Kalau
tidak...," orang bertopeng itu mengancam dengan sebilah pisau tajam ke leher Zainal Abidin.

Beberapa saat Zaenal Abidin
terperangah. "Ayo cepat! Mana uangnya?!" gertak orang itu sambil mengacungkan pisau.
Zaenal Abidin dengan sekuat
tenaga melemparkan karung itu ke tubuh sang perampok sehingga membuat orang bertopeng itu terjengkang keras ke tanah. Zaenal Abidin
segera menarik topeng yang menutupi wajahnya.

"Siapa kau?!" tanya Zaenal
Abidin sambil memperhatikan wajah orang itu.
"Ampun, Tuan....jangan siksa
saya...saya hanya orang
miskin...,"katanyaketakutan.
"Kenapa kaumerampokku?"
Tanya Zaenal Abidin kemudian.
"Maafkan saya, terpaksa saya merampok karena anak-anak saya kelaparan," sahutnya dengan wajah pucat.

"Baik! Kau kulepaskan. Dan
bawalah karung makanan ini
untuk anak-anakmu...." kata Ali Zaenal abidin.

Beberapa saat orang itu
terdiam. Hanya memandangi
Zaenal Abidin dengan takjub.
"Sekarang pulanglah!" kata
Zaenal Abidin. Orang itu pun
bersimpuh di depan Ali sambil menangis. "Tuan, terima kasih!
Tuan sangat baik dan mulia!
Saya bertaubat kepada
Allah...saya berjanji tidak akan mengulanginya," kata orang itu penuh sesal.

Zaenal Abidin mengangguk-
anggukkan kepalanya. "Hai,
orang yang bertaubat!
Sungguh, Allah Maha
pengampun."

"Aku minta, jangan kau
ceritakan kepada siapapun
tentang pertemuanmu
denganku pada malam ini...," kata Zaenal Abidin sebelum orang itu pergi. Pencuri itu pun berjanji. Pencuri Heran mengapa
Zaenal Abidin melarang
menceritakan pertemuannya malam itu...

oOo

Suatu ketika saat wafatnya
Imam Ali Zainal Abidin, orang yang memandikan jenazahnya heran melihat bekas-bekas hitam di punggung jenazah Imam
Ali Zaenal Abidin.

Lalu mereka pun bertanya,"Dari manakah asal bekas-bekas
hitam ini? Ini seperti bekas
benda yang dipikul setiap hari ? Dari mana beliau mendapat bekas ini? " Orang-orang keheranan. mengingat Imam Ali
Zaenal abidin adalah Ulama
besar, tetapi memiliki punggung menghitam seperti pengangkut
barang ( kuli ) pasar.

"Itu adalah bekas karung-
karung tepung dan gandum
yang biasa diantarkan Imam Ali Zaenal Abidin ke seratus rumah di Madinah pada malam hari "

kata mantan pencuri yang telah bertaubat itu dengan rasa haru. Ia membocorkan rahasia yang tak terpecahkan selama
bertahun-tahun

Menangislah orang-orang miskin yang selama ini selalu mendapat bantuan dari Ali Zaenal Abidin.
Mereka baru tahu darimana
datangnya Gandum yang
menghidup keluarga mereka selama ini. Selama bertahun-tahun mereka tidak berhasil memergoki Sang Dermawan Mulia untuk mengucapkan terima kasih. Mereka baru mengetahui Lelaki mulia itu adalah : Ali Bin Husein Bin Ali bin
Abi Thalib. Cucu Sahabat Ali bin Abi Thalib RA, sekaligus Cicit dari Rosululloh SAW.

Berkata Ibnu 'Aisyah: Ayahku berkata kepadaku: "Saya
mendengar penduduk Madinah berkata: "Kami tidak pernah kehilangan sedekah yang tersembunyi hingga meninggalnya Ali bin Husain" ( Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu hal. 9.)

"Zaenal Abidin" adalah gelar
yang diberikan ummat islam
kepada beliau. "Zaenal Abidin" artinya : Orang yang Indah Ibadahnya.Beliau juga punya gelas "As-sajad" artinya Orang yang lama sujudnya. Meninggal pada tahun 95 H/713 M dalam
usia 57 tahun. Dimakamkan di pemakaman Baqi, Madinah.

Sumber : Sifatus Sofwah (2/96), Aina Nahnu/9
oOo

Dari Ibnu Mas'ud. Rasululloh SAW bersabda :"Sesungguhnya
sedekah dengan tersembunyi
memadamkan kemarahan Alloh"
(As-Shohihah 4/539, hadits no. 1908)

"Tujuh golongan yang berada dibawah naungan Allah pada hari dimana tidak ada naungan kecuali naungan Allah, Imam
yang adil, dan seorang yang
bersedekah lalu dia
menyembunyikannya hingga
tangan kirinya tidak mengetahui apa yang diinfakkan oleh tangan kanannya" [ HR Al-
Bukhori (1423) dan Muslim
(2377)]

Ya Alloh selamatkan amal-amal Kami, masukkan kami dalam hamba-Mu yang kau beri naungan di akhirat... amiin

Berhenti Berusaha dan Izinkan Kemudahan

Ubah Sikap dengan
Mengatur Irama Hidup

Apa sesungguhnya yang
membuat seseorang termotivasi untuk melakukan sesuatu?

Di pagi hari saat Anda baru
membuka mata, barangkali
sempat hinggap rasa malas
untuk pergi ke kantor. Tapi
sebaliknya saat Anda
menyalurkan hobi rasanya selalu ada semangat dan motivasi untuk melakukannya.

Intinya motivasi timbul saat kita menyukai apa yang kita
kerjakan. Ada energi yang
bekerja tanpa rasa lelah dan pamrih. Kebalikannya, motivasi bisa turun dan bahkan hilang ketika kita mulai bosan, lelah dan sebal terhadap apapun yang kita kerjakan.
Biasanya kita merasa
termotivasi saat ada tantangan untuk mengerjakan sesuatu
yang baru. Bila atasan di kantor memberi Anda tugas baru yang menantang, Anda merasa tergerak untuk mencari ide dan solusi untuk menyelesaikan.
Namun pada saat Anda
menemukan hambatan seringkali timbul rasa pesimis dan motivasi
cenderung turun.

Tentunya kita semua pernah mengalami naik turunnya motivasi. Saat semangat hadir, rasanya apapun bisa kita kerjakan. Namun seringkali kita
tidak bisa menghindar dari
emosi negatif ketika dihadapkan pada persoalan yang membuat mental kita turun.


Yang ingin kita lakukan
bukanlah berusaha sekuat
tenaga untuk tetap termotivasi.
Alasan pertama, sederhana
saja, karena hal itu susah
dikerjakan. Kedua, kita ingin
mengerti apa sesungguhnya
yang membuat mental kita
turun dan menampilkan sikap untuk tidak larut kedalamnya.

Mengubah Sikap

Hidup kita penuh dinamika. Kita bekerja, punya keluarga, dan berteman. Emosi kita dalam keseharian mungkin naik turun, demikian juga motivasi. Hidup dengan motivasi bukan berarti
selalu harus berpikir positif
setiap waktu. Ada saat dimana kita ingin mengizinkan diri kita
"tidak termotivasi" dan berhenti sejenak sambil menyadari apa
sesungguhnya yang membuat motivasi kita turun.

Barangkali apa yang saya tulis disini agak berbeda dengan pandangan umum tentang motivasi. Saya pribadi percaya bahwa usaha keras untuk tetap termotivasi hanya membuat diri Anda lelah. Berhenti berusaha dan izinkan diri Anda untuk menerima. Didalam penerimaan
itulah justru Anda menyadari kembali apa tujuan Anda dan
menentukan sikap apa yang
sebaiknya Anda tampilkan.

Mengatur Irama

Dalam dinamika hidup yang Anda ingin lakukan adalah mengatur irama sehingga Anda bisa menerima keberhasilan, kegagalan, kemudahan dan kesulitan apa adanya tanpa penilaian apapun. Dalam praktek
sehari-hari, Anda bisa mengatur irama dengan mengelola waktu kerja, istirahat, dan bermain.
Izinkan diri Anda untuk
melupakan aktititas rutin dan melakukan sesuatu yang benar-benar Anda suka. Ini akan membuat tubuh Anda rileks dan
termotivasi untuk berkarya.

Atur juga emosi Anda dengan mengizinkan perasaan positif dan negatif menyatu dalam hidup Anda. Sama seperti Anda
membiarkan siang dan malam silih berganti. Tidak ada satu yang lebih baik daripada yang lain. Dua-duanya merupakan bagian dari hidup Anda. Saat
emosi negatif hadir, izinkan dan terima itu sebagai bagian hidup Anda. Dengan demikian Anda mengambil alih kendali hidup Anda dan dengan mudah Anda
bisa merelakan emosi negatif tersebut untuk pergi.

Kesimpulannya, untuk menjaga motivasi dimulai dengan menerima dinamika hidup apa adanya dan tentukan sikap terbaik yang membawa manfaat bagi tercapainya tujuan Anda.
Tidak perlu berusaha keras,
cukup mengatur irama dan
fleksibel terhadap segala
kemungkinan.



By Al Falaq Arsendatama

Jadilah Seperti Pohon

Dalam sebuah perjalanan
seorang ayah dengan
puteranya, sebatang pohon
kayu nan tinggi ternyata
menjadi hal yang menarik untuk mereka simak. Keduanya pun berhenti di bawah rindangnya pohon tersebut.

"Anakku," ucap sang ayah tiba-tiba. Anak usia belasan tahun ini pun menatap lekat ayahnya.
Dengan sapaan seperti itu, sang anak paham kalau ayahnya akan mengucapkan sesuatu yang serius.

"Adakah pelajaran yang bisa kau sampaikan dari sebuah pohon?" lanjut sang ayah sambil tangan kanannya meraih
batang pohon di dekatnya.

"Menurutku, pohon bisa jadi
tempat berteduh yang nyaman, penyimpan air yang bersih dari kotoran, dan penyeimbang
kesejukan udara," jawab sang anak sambil matanya menanti sebuah kepastian.

"Bagus," jawab spontan sang ayah. "Tapi, ada hal lain yang menarik untuk kita simak dari sebuah pohon," tambah sang
ayah sambil tiba-tiba wajahnya mendongak ke ujung dahan yang paling atas.

"Perhatikan ujung pepohonan yang kamu lihat. Semuanya tegak lurus ke arah yang sama.
Walaupun ia berada di tanah
yang miring, pohon akan
memaksa dirinya untuk tetap lurus menatap cahaya," jelas sang ayah.

"Anakku," ucap sang ayah sambil tiba-tiba tangan kanannya meraih punggung puteranya.
"Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran," ungkap sang ayah begitu berkesan.

**

Keadaan tanah kehidupan yang kita pijak saat ini, kadang tidak berada pada hamparan luas nan datar. Selalu saja ada keadaan
tidak seperti yang kita inginkan.
Ada tebing nan curam, ada
tanjakan yang melelahkan, ada turunan landai yang melenakan, dan ada lubang-lubang yang muncul di luar dugaan.

Pepohonan, seperti yang
diucapkan sang ayah kepada puteranya, selalu memposisikan diri pada kekokohan untuk selalu tegak lurus mengikuti
sumber cahaya kebenaran.
Walaupun berada di tebing
ancaman, tanjakan hambatan, turunan godaan, dan lubang jebakan.

"Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran."

HIkmah :
"Jadikan dirimu seperti pohon, walau keadaan apa pun, tetap lurus mengikuti cahaya kebenaran," Siapapun Anda,
bagaimanapun Anda, dan
Dimanapun anda... tatap dan
ikutilah cahaya lurus
kebenaran... karena bila tidak anda akan tersesat dalam kegelapan. Dan Bila
terperangkap dalam gelap,
jangan mengutuki kegelapan, tapi nyalakan lah cayaha walaupun dengan Lilin...


Sumber :
(muhammadnuh@eramuslim.com)

Siapa Sebenarnya Yang Layak Dikasihani ?

Dari tadi pagi hujan mengguyur kota tanpa henti, udara yang biasanya sangat panas, hari ini
terasa sangat dingin. Di jalanan hanya sesekali mobil yang lewat, hari ini hari libur membuat orang kota malas untuk keluar
rumah.

Di perempatan jalan, Umar,seorang anak kecil berlari-
lari menghampiri mobil yang
berhenti di lampu merah, dia membiarkan tubuhnya terguyur air hujan, hanya saja dia begitu erat melindungi koran
dagangannya dengan lembaran plastik.

"Korannya bu ?" tawar Umar berusaha mengalahkan suara
air hujan.

Dari balik kaca mobil si ibu
menatap dengan kasihan, dalam hatinya dia merenung anak sekecil ini harus berhujan-hujan untuk menjual koran.Dikeluarkannya satu
lembar dua puluh ribuan dari lipatan dompet dan membuka sedikit kaca mobil untuk mengulurkan lembaran uang.

"Mau koran yang mana bu?"
tanya Umar dengan riang.

"Nggak usah, ini buat kamu
makan, kalau koran tadi pagi aku juga sudah baca," jawab si ibu.

Si Umar kecil itu tampak
terpaku, lalu diulurkan kembali uang dua puluh ribu yang dia terima.

"Terima kasih bu, saya menjual koran, kalau ibu mau beli koran silakan, tetapi kalau ibu
memberikan secara cuma-cuma, mohon maaf saya tidak bisa menerimanya?, Umar berkata dengan muka penuh ketulusan.

Dengan geram si ibu menerima kembali pemberiannya, raut
mukanya tampak kesal, dengan cepat dinaikkannya kaca mobil.
Dari dalam mobil dia menggerutu "Udah miskin sombong!".


Kakinya menginjak pedal gas karena lampu menunjukkan warna hijau, meninggalkan Umar yang termenung penuh tanda
tanya.

Umar berlari lagi ketepi, dia
mencoba merapatkan tubuhnya dengan dinding ruko tempatnya
berteduh. Tangan kecilnya
sesekali mengusap muka untuk menghilangkan butir - butir air yang masih menempel. Sambil
termenung dia menatap nanar rintik - rintik hujan didepannya, "Ya Tuhan, hari ini belum satupun koranku yang laku,"
gumamnya lemah.

Hari beranjak sore namun hujan belum juga reda, Umar masih saja duduk berteduh di emperan ruko, sesekali tampak tangannya memegangi perut yang sudah mulai lapar.
Tiba - tiba didepannya sebuah mobil berhenti, seorang bapak dengan bersungut - sungut
turun dari mobil menuju tempat sampah,

"Tukang gorengan sialan,
minyak kaya gini bisa bikin
batuk," Dengan penuh
kebencian dicampakkannya satu plastik gorengan ke dalam tong sampah, dan beranjak kembali masuk ke mobil.

Umar dengan langkah cepat
menghampiri laki - laki yang ada di mobil.

"Mohon maaf pak, bolehkah
saya mengambil makanan yang baru saja bapak buang untuk saya makan,"
pinta Umar dengan penuh harap.

Pria itu tertegun, luar biasa
anak kecil didepannya. Harusnya dia bisa saja mengambilnya dari tong sampah tanpa harus
meminta ijin. Muncul perasaan belas kasihan dari dalam hatinya.

"Nak, bapak bisa membelikan kamu makanan yang baru, kalau kamu mau."

"Terima kasih pak, satu kantong gorengan itu rasanya sudah cukup bagi saya, boleh khan pak?" tanya Umar sekali lagi.

"Bbbbbooolehh?" jawab pria
tersebut dengan tertegun.

Umar berlari riang menuju tong sampah, dengan wajah sangat bahagia dia mulai makan gorengan, sesekali dia tersenyum melihat laki-laki yang dari tadi masih memandanginya.

Dari dalam mobil sang bapak memandangi terus Umar yang sedang makan. Dengan perasaan berkecamuk didekatinya Umar.

"Nak, bolehkah bapak bertanya, kenapa kamu harus meminta ijinku untuk mengambil makanan
yang sudah aku buang,"
Dengan lembut pria itu bertanya dan menatap wajah anak kecil didepannya dengan penuh
perasaan kasihan.

"Karena saya melihat bapak
yang membuangnya, saya akan merasakan enaknya makanan halal ini kalau saya bisa meminta
ijin kepada pemiliknya, meskipun buat bapak mungkin sudah tidak berharga, tapi bagi saya
makanan ini sangat berharga, dan saya pantas untuk meminta ijin memakannya," jawab si anak sambil membersihkan bibirnya dari sisa minyak goreng.


Pria itu sejenak terdiam, dalam batinnya berkata, anak ini sangat luar biasa.

"Satu lagi nak, aku kasihan
melihatmu, aku lihat kamu basah dan kedinginan, aku ingin membelikanmu makanan lain yang lebih layak, tetapi mengapa kamu menolaknya?"

Si anak kecil tersenyum dengan manis,
"Maaf pak, bukan maksud saya menolak rejeki dari Bapak. Buat saya makan sekantong gorengan hari ini sudah lebih dari cukup. Kalau saya mencampakkan gorengan ini dan menerima tawaran makanan yang lain yang menurut Bapak lebih layak, maka sekantong
gorengan itu menjadi mubazir, basah oleh air hujan dan hanya akan jadi makanan tikus."

"Tapi bukankah kamu mensia-siakan peluang untuk mendapatkan yang lebih baik dan lebih nikmat dengan makan di restoran dimana aku yang akan mentraktir," ujar sang
bapak dengan nada agak tinggi karena merasa anak
didepannya berfikir keliru.
Umar menatap wajah laki-laki didepannya dengan tatapan yang sangat teduh,

"Pak !, saya sudah sangat
bersyukur atas berkah
sekantong gorengan hari ini.
Saya lapar dan bapak
mengijinkan saya memakannya dan saya merasa berbahagia,
bukankah bahagia adalah
bersyukur dan merasa cukup atas anugerah hari ini, bukan menikmati sesuatu yang nikmat
dan hebat hari ini tetapi
menimbulkan keinginan dan
kedahagaan untuk
mendapatkannya kembali
dikemudian hari."

Umar berhenti berbicara
sebentar, lalu diciumnya tangan laki-laki didepannya untuk berpamitan. Dengan suara lirih dan tulus Umar melanjutkan kembali,"Kalau hari ini saya makan di restoran dan menikmati kelezatannya dan keesokan harinya saya menginginkannya kembali
sementara bapak tidak lagi
mentraktir saya, maka saya
sangat khawatir apakah saya masih bisa merasakan
kebahagiaannya."

Pria tersebut masih saja
terpana, dia mengamati anak kecil didepannya yang sedang sibuk merapikan koran dan kemudian berpamitan pergi.

"Ternyata bukan dia yang harus dikasihani, Harusnya aku yang layak dikasihani, karena aku jarang bisa berdamai dengan hari ini."

Sumber : nowilk81.hotmail.com

oOo

Jika anda meletakkan
kebahagiaan di luar diri anda maka anda tidak akan pernah merasa bahagia.

Kita tak memerlukan apa-apa untuk bahagia. Kebahagiaan ada dalam diri kita sendiri, permasalahannya adalah kita sering kali mencari keluar diri untuk menemukannya.

 
powered by Blogger