Antara Janji dan Nanti

Mohon Anda periksa, lebih panjang deret janji Anda, atau deret bukti pencapaian dari janji Anda?

Tetapi, meskipun janji kita yang terdekat dan yang terjauh belum terpenuhi, kita masih tetap membuat janji baru. Kita menumpuk janji baru di atas janji lama, membuat janji baru
yang lebih sesuai dengan
keadaan hari ini, dan membuat janji kesungguhan baru untuk sebuah tekad lama yang juga adalah janji lama.

Lama-lama... kita akan
kehilangan hormat kepada diri sendiri, yang hanya berjanji, dan berjanji untuk menepati janji, yang kemudian ditepati dengan janji baru.

Lama-lama... kita akan diam, tak berani berjanji... tetapi tetap dalam keheningan yang penuh
kegelisahan, dan yang tetap
tanpa tindakan.

Oooh... betapa seringnya kita menyiksa diri sendiri, tanpa menyadarinya;

dan, aaah... kasihan sekali
mereka yang sering menjadi sasaran pengungkapan kekesalan kita karena rendahnya penghormatan hidup
ini.

Kapankah ini semua berakhir, dan berputar,
dan menjadi sebuah perjalanan kehidupan yang tegas, yang sibuk,yang penuh dengan keringat
yang ceria,yang letih dalam kesyukuran,yang terkantuk-kantuk dengan senyum yang lucu,dan tertidur dalam pangkuan Tuhan yang mensyukurikeindahan hati kita?

... nanti...

Mudah-mudahan Tuhan
menjauhkan dari hati kita
syak dan sangka yang
mematahkan kesungguhan
untuk meneruskan,dan menguatkan hati kita untuk
menyegerakan tindakan,
dan menabahkan kalbu ini untuk menghadapi kesulitan,
dan melembutkan nurani kita agar mampu mensyukuri kesempatan untuk belajar dan bekerja.

Amien...

No Response to "Antara Janji dan Nanti"

Posting Komentar

 
powered by Blogger